SEPULUH GOMBALAN KENTANG
Satu
Bulan purnama malam ini,
Bagai bersinar sangat terang,
Tapi aku tak bisa tidur,
Hanya pikiranmu terus ada,
Bagai tak bisa lepas dari hati.
Dua
Cinta seperti rosokan,
Tanpa dibersihkan pasti kotor,
Tapi bila kau jaga dan sayang,
Cinta kita akan terus abadi,
Berkobar-kobar seperti api.
Tga
Matahari terbit dari timur,
Mentari bersinar sangat terang,
Tapi hatiku lebih terang lagi,
Karena cintamu membara di dalam,
Bagai sinar yang tak pernah padam.
Empat
Angin bertiup dari barat,
Berkibar-kibar bendera merah putih,
Tapi hatiku lebih berkibar lagi,
Karena cintamu membuatku bahagia,
Bagai layang-layang yang terbang tinggi.
Lima
Hujan turun dari langit,
Mencurah-curah dengan sangat deras,
Tapi cintamu lebih deras lagi,
Bagai air yang tak pernah habis,
Mengalir terus dalam hati.
Enam
Kupu-kupu berterbangan,
Dengan sayap yang sangat lembut,
Tapi hatiku lebih lembut lagi,
Karena cintamu membuatku tenang,
Bagai pelukan yang sangat lembut.
Tujuh
Bintang-bintang bersinar,
Di angkasa yang sangat jauh,
Tapi cintamu lebih terang lagi,
Menyinari hatiku dalam gelap,
Bagai cahaya yang sangat terang.
Delapan
Burung berkicau di pagi hari,
Mentari bersinar sangat terang,
Tapi suaramu lebih merdu lagi,
Mendendangkan lagu cinta di hati,
Bagai nyanyian yang sangat indah.
Sembilan
Kelereng berayun-ayun,
Di taman yang sangat indah,
Tapi hatiku lebih berayun lagi,
Karena cintamu membuatku bahagia,
Bagai kelereng yang sangat riang.
Sepuluh
Pohon berdaun hijau,
Tumbuh dengan indah di pekarangan,
Tapi cintamu lebih hijau lagi,
Memberikan kebahagiaan di hati,
Bagai tanaman yang sangat indah.

No comments:
Post a Comment